Antihistamin(II) Turunan propilamin dan Turunan fenotiazin
1. Turunan Propilamin
propilamin merupakan golongan obat antihistamin yang
bersifat jenuh dan tidak jenuh, pada kelompok yang bersifat jenuh, seperti
feniramin yang memiliki molekul kiral. Turunan propilamin tersubstitusi halogen
dapat diputuskan dengan kristalisasi dari garam yang dibentuk dengan d-asam
tartrat. Antihistamin golongan ini merupakan antagonis H1 yang paling
aktif. cenderung tidak memberikan efek kantuk, kecuali pada beberapa
pasien tertentu. Pada kelompok yang tidak jenuh, memiliki sistem ikatan rangkap
dua aromatik yang koplanar Ar – C =
CH-CH2-N yang merupakan faktor penting untuk aktivitas antihistamin. Gugus
pirolidin adalah rantai samping amin tersier pada senyawa yang lebih
aktif. Pada kelompok alkena atau tidak jenuh, aktivitas antihistamin
konfigurasi E berbeda, lebih mencolok dibandingkan dengan konfigurasi Z,
sebagai contoh: E-Pirobutamin sekitar 165 kali lebih poten dari pada
Z-Pirobutamin.
contoh
obat propilamin golongan yang memiliki daya antihistamin kuat:
a.
Feniramin Avil (Hoechst)
berikut beberapa obat turunan feniramin:
1. klorferamin(CTM)
Farmakologi :
- Farmakokinetik Klorferamin akan diserap dalam saluran pencernaan, dengan bioavailabilitas sekitar 25-50% waktu obat untuk mencapai konsentrasi plasma puncak adalah selama 2-3 jam Distribusi obat akan disebarluaskan di dalam tubuh dan sistem saraf pusat. dapat dieksresikan melalui ASI, proses metabolisme terjadi pada lintasan pertama yang ekstensif di hati dibantu oleh enzim CYP450 yang mengubahnya menjadi metabolit aktif dan tidak aktif. Ekskresi obat di urin sekitar 22%, dan pada feses .Waktu paruh eliminasi obat klorferamin 2-43 jam.
- Farmakodinamik klorferamin bekerja secara kompetitif sebagai antagonis H1, aktif berkompetisi dengan aksi dari histamin endogenus, untuk menduduki reseptor-reseptor normal H1 pada sel-sel efektor di traktus gastrointestinal, pembuluh darah, traktus respiratorius, dan beberapa otot polos lainnya. hal ini dapat mencegah pelepasan histamin, prostaglandin dan leukotrien sehingga dapat mencegah perpindahan mediator inflamasi.Onset (waktu obat mulai bereaksi) obat ini adalah dalam waktu 30 menit dalam durasi waktu 4-6 jam.
Dosis untuk dewasa dengan penggunaan peroral (tablet) 4 mg, tiap 4-6 jam. Dosis dewasa per oral (tablet lepas lambat) adalah 8-16 mg, tiap 8-12 jam, bila perlu. Dosis maksimum klorferamin adalah 32 mg per hari.
kontraindikasi pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap obat atau komponen klorferamin. dalam bentuk injeksi tidak boleh diberikan kepada orang yang mengalami penurunan kesadaran.
2. Bromfeniramin
b.Triprolidin
2. Turunan Fenotiazin
Hubungan struktur antagonis H1 turunan
fenontiazin :
Prometazin adalah antihistamin H1 dengan aktivitas
cukupan yang memiliki masa kerja panjang. Mekuitazin adalah golongan
antagonis H1 yang kuat dengan masa kerja panjang dan biasanya digunakan untuk
mengatasi gejala alergi, Oksomemazin
memiliki mekanisme yang sama seperti
mekuitazin dan terakhir Pizotifen hydrogen fumaratsangat sering
digunakan sebagai penambah nafsu makan.
contoh obat Fenotiazin
:
misalnya obat mequitazin
farmakodinamik Mequitazine merupakan obat antagonis
histamin H1 atau antihistamin yang bersaing melawan histamin di situs
reseptor H1 normal, pada sel efektor saluran pencernaan, pembuluh darah dan
saluran pernapasan, obat ini merupakan jenis obat jangka pendek untuk pengobatan
bersin, mata berair dan gatal, dan pilek karena demam dan alergi saluran
pernapasan bagian atas lainnya.
cara kerja mequitazine adalah turunan dari fenotiazin yang
memiliki sifat antihistaminik, antimuskarinik, dan sedatif ringan.
metabolisme terjadi didalam hati menjadi metabolit aktif dan
tidak aktif dan didistribusikan ke seluruh tubuh.
Peringatan pada wanita hamil, menyusui, gangguan kardiovaskular , asma, glaukoma, retensi urin, hiperplasia prostat, obstruksi piloroduodenal, gangguan ginjal dan hati, orang tua, anak-anak, epsilepsi dan Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau mengoperasikan mesin.
dosis penggunaan secara oral pada kondisi alergi sebanyak 5 mg dua kali sehari.
Daftar Pustaka
Randall, K.L dan C.A. Hawkins.2018. Antihistamines and allergi. Australian prescriber.
Ratu, S et al. 1988. medical and scientific PT kensore indonesia mequitazine suatu antihistamin baru, kumpulan makalah simposium penatalaksanaan penyakit alergi.
terimakasih informasinya sangat bermanfaat sekali
BalasHapus😊
BalasHapusTerimakasih kembali
BalasHapusHelloww izkiii..
BalasHapusTerimakasih artikel nya bermanfaat sekali untuk menambah pemahaman tentang antihistamin.
Saya akan coba menjawan pertanyaan nomor 1, umumnya obat antihistamin digunakan untuk mengobati penyakit alergi seperti rhinitis. Dan memiliki efek samping salah satunya menambah nafsu makan dan banyak sekali orang yang menggunakan obat ini untuk meningkatkan nafsu makan pada anak. Tetapi karena itu hanya salah satu dari efek samping penggunaan pizotifen dikhawatirkan jika digunakan dalam jangka panjang (lebih dari 2 minggu) akan menimbulkan reaksi negatif karena penggunaan obat ini pun tidak boleh sembarang harus dengan anjuran dokter. Sehingga untuk meningkatkan nafsu makan lebih baik dengan mengubah variasi pada makanan atau jika memang ingin menggunakan obat bisa digunakan obat herbal yang biasanya minim efek samping seperti temulawak atau bisa juga digunakan minyak ikan.
Semoga jawaban saya dapat membantuuuuu :))
Hay nur aliza, terimakasih telah membantu menjawab permasalahan saya 😊 alhamdulillah sangat membantu
HapusMantappp kali lahhh
BalasHapusTerimakasih
HapusArtikelnya bermanfaat sekali 😊
BalasHapusSetuju (y)
HapusTerimakasih
HapusUwah uwahhhhhh
BalasHapusBahasan yg selalu dpt mengupgrade ilmu sayaa
Terimakasih banyak kakak:))
D Tunggu yaa Bahasan Berikut nya
Mangaatts❤
Alhamdulillah, pantau terus iy, insyaallah minggu depan akan ada artikel lanjutan..
HapusHalo izki, artikelnya menarik dan sangat membantu, terima kasih 😊
BalasHapusMantap
BalasHapusTerimakasih
Hapushay izki, artikel nya bagus sekali.
BalasHapussaya izin menjawab pertanyaan nomer 1 ya~
Pizotifen digunakan sebagai preventif treatment baik untuk migrain maupun cluster headache (periodic migrainous neuralgia) dengan mengurangi jumlah dan beratnya serangan Pizotifen juga efektif dalam mengatasi cyclical vomiting ( muntah2 hebat yang berulang ) Migrain sering kali disertai dg nausea dan muntah.
nah, salah satu efek samping dari pizotifen adalah menambah nafsu makan, dan biasanya dokter akan meresepkan pizotifen untuk menambah nafsu makan pada anak-anak.
Penggunaan pizotifen ini masih diperbolehkan asalakan dosisnya sesuai dan bukan digunakan dalam jangka panjang, dimana dia punya efek yang buruk pada pemakaian jangka panjang yaitu mulut dan tenggorokan kering, sembelit, sakit kepala, pusing, dan mual.
Semoga membantu, terima kasih
Wah terimakasih atas jawabannya, ternyata bisa digunakan asal dengan dosis sesuai, ini sangat membantu karna seorang farmasis harus tau tentang hal ini, agar pasien tidak salah dalam penggunaan
HapusWaah artikelnya bermanfaat sekali ya kak
BalasHapusMumtaaazz jiddan. 😊😉
BalasHapusTerimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat 🙏🏻
BalasHapusTerimakasih semoga bermanfaat
HapusMksh ki
BalasHapus